Author : Lee Ae In <3
Title : Sad Valentine
Cast : -Lee Ae In a.k.a Author a.k.a Readers
-Lee Hyuk Jae
Genre : Sad Romance (a Little bit), Humor (
not Sure) J
Length : Oneshoot
Rating :Teeneger
Note : hmmm..ini FF pertama HyukIn, jadi author
nggak berani jamin kualitasnya,,hehe FF ini MURNI a.k.a REAL hasil pemikiran
Author. So DON’T COPAS or PLAGIARISM..hehe.. mian kalo feelnya gak dapet n TYPO
bertebaran.. DON’T BE SILENT READERS, jebal kritik dan juga masukannya..ook ok
ok??
HAPPY
READINGG <3
14
Februari 2012
Bagi sebagian
orang, mungkin hari ini merupakan hari yang sangat special. Hari yang begitu
dinanti-nantikan oleh sepasang kekasih untuk mengungkapkan dan membuktikan
cinta mereka. Hari dimana para couple menyalurkan seluruh kasih sayang mereka
melebihi hari-hari biasanya.
Hari dimana
biasanya sang yeoja memberikan coklat khusus untuk namjachingunya, dan hari
dimana namja memberikan mawar pada yeojachingunya.. hari yang begitu
membagahiakan..namun, hal ini tidak berlaku untukku.
Bagiku, hari ini
adalah hari yang paling menyakitkan. Hari dimana aku kehilagan seseorang yang
sangat aku cintai. Kehilangan seorang namja yang begitu berarti di dalam
hidupku. Hari dimana aku kehilangan separuh dari jiwaku untuk selamanya. Hari
dimana ia meninggalkanku sendiri di dunia ini.
Flashback
10
Maret 2009
“YAKK..ireonnaaa...aish
jinjja,,,bagaimana bisa ada yeoja sangat malas sepertimu, eoh?” suara yang
memekakkan telinga itu setiap pagi mengganggu tidurku. Aish apa maunya namja
ini?
“hmmmhhh...aku
masih mengantuk Hyukkie-ah, beri aku waktu menit lagi..aku akan bangun,,ne??”
kataku pada namja yang bernama Lee Hyuk Jae itu tanpa membuka mataku dan
melanjutkan tidurku..
“mwo?? 5 menit??
Yakk..kau fikir ini jam berapa?? Ini sudah jam 9 pagi Lee Ae In..palli
ireonnaa..bukankah kau ingin mencari pekerjaan hari ini?”katanya masih sedikit
berteriak.
“aishhh..kau ini,,
bisa tidak kau tidak mengganggu tidurku sekali saja?” kataku dengan suara yang
masih serak tapi belum juga membuka mataku, aku bahkan merapatkan selimutku.
“cepat bangun,
atau aku.... akan menciummu?”, aku langsung membelalakkan mataku dan langsung
bangkit dari tempat tidurku..
“coba saja kalu
berani, memangnya kau fikir aku takut dengan ancaman bodohmu itu?” kataku
sedikit gugup.
“benarkah? Siapa
bilang aku tidak berani melakukannya?emm?”katanya disertai senyum evil yang
entah dia curi darimana. Wajahnya semakin dekat dengan wajahku.. bahkan aku
bisa merasakan nafasnya menerpa wajahku.
“yyy..aaakk..aa..pa
yang kk..au lakukan?” kataku terbata-bata. Iya tersenyum lagi lalu membisikkan
sesuatu di telingaku.
“cepat mandi, atau
aku benar-benar akan menciummu nona Lee Ae In”bisiknya..
*pletakk*
“awhh..appo..yakk”sebuah
jitakan mendarat mulus di kepalanya. Berani-beraninya dia mempermainkanku
seperti ini..aku langsung kabur ke kamar mandi sebelum dia membalas
jitakanku,,haha..rasakan itu Lee Hyuk Jae,,dasar monyet jelek.
Lee Hyuk Jae
adalah sahabatku sejak kecil. kami berasal dari panti asuhan yang sama. Ya, aku
dan Hukkie adalah yatim piatu, kami sama sekali tidak tahu asal usul keluarga
kami, aku masuk ke panti saat aku berumur 12 tahun, sedangkan Hyukkie yang
lebih dulu masuk ke panti ketika ia masih bayi. Aku bisa sedekat ini dengannya
karena dia adalah orang yang pertama menerimaku disana. Kami sudah bersahabat
sejak itu, hmm..sudah cukup lama. 10 tahun, ya..sudah 10 tahun aku bersamanya.
Sekarang umurku sudah 22 tahun dan Hyukkie 24 tahun.. Kami keluar dari panti
sejak aku dan hyukkie duduk di bangku SMA. Saat ini kami tinggal di sebuah
apartement kecil yang dibeli dari hasil tabunganku dan Hyukkie selama ini.
Meskipun kami tinggal serumah, tapi kami tidak prnah melakukan apapun. Kami
tahu batas-batasnya. Lagipula kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan sahabat
dan juga saudara. Aku bahkan tidak pernah memanggilnya oppa, karna itu
terdengar aneh untukku..hehe
Aku sudah selesai
mandi tapi dia masih ada di kamarku dan berbaring dengan santainya di tempat
tidurku
“yakk..kenapa kau
masih disini?” tanyaku dingin
“ck,,kau ini, ya
sudah aku keluar, jangan terlalu lama, ini sudah hampir siang”.katanya lalu
keluar dari kamarku..
.......
Hari ini Hyukjae
menemaniku mencari pekerjaan, dia bahkan mengambil cuti 1 hari dari perusahaan
tempatnya bekerja. Hyukjae bekerja di sebuah perusahaan swasta bernama Hyundai
Corporation, perusahaan keluarga Choi, yang kebetulan presdir disana, Choi Si Won
adalah teman baik Hyukjae..
Dia mengantaku
berkeliling kota Seoul dengan motor miliknya.
Akhirnya setelah
berkeliling mencari lowongan, aku menemukan sebuah perusahaan swasta yang cukup
besar yang membuka lowongan kerja, aku diwawancarai dan diterima pada hari itu
juga..hmmm..lucky day..
3
April 2009
Besok ini adalah
hari ulang tahun Hyukkie, dan juga ulang tahunku.. ulang tahun kami sama,, aku
sudah mempersiapkan sesuatu untuknya. Hari ini aku tidak bekerja karena
kebetulan hari ini adalah hari sabtu. Sebenarnya Hyukjae juga tidak bekerja,
tapi karena ada pekerjaannya yang belum selesai makanya ia harus lembur hari
ini..mungkin dia akan pulang jam 12.00 malam nanti.
Aku mempersiapkan
pesta kecil-kecilan untuknya.. dan aku juga membuatkan cake kesukaanya.. cake
strawberry.
“Sekarang sudah
hampir jam 12.00 malam, tapi kenapa dia belum datang juga?” batinku.
Ting ting..
Alarm pintu
berbunyi, berarti dia sudah pulang. Aku langsung siap-siap di tengah ruang
tamu, berdiri dengan cake di tanganku..tapi aku belum menyalakan lilinnya.
“eoh??kenapa gelap
sekali?? Apa mati lampu? Atau dia tidak ada di rumah?” katanya heran melihat
rumah begitu gelap..yapp..aku mematikan seluruh lampu di rumah ini..
Aku menyalakan
lilin kue, dan..
“saengil chukkha
hamnida,,saengil chukkha hamnida,,saranghaneun Lee Hyuk Jae.. saengil chukkha
hamnida” aku menyanyikan lau ulang tahun untuknya..
Dia berjalan
menuju ke arahku di ruang tengah.. wajahnya begitu terkejut dan juga bahagia..
dia tersenyum memamerkan gummy smilenya.
“Ae
In-ah..gomawo..hmm..neodo..saengil chukkhaeyo..”katanya..
“ne..gomawo
Hyukkie, jja, make a wish lalu tiup lilinnya”
“kita tiup lilin
bersama, ok?”
“hmm..ne”
Kami memejamkan
mata dan berdo’a
“Tuhan, terima kasih sudah membuatnya hadir dalam
hidupku, membuat hidupku berwarna dan penuh kebahagiaan.. Tuhan, aku mohon,
izinkan dia tetap berada di sisiku sampai maut memisahkan..aminn”
Aku membuka
mataku, tapi dia belum juga membuka matanya. Dia masih khusyuk dalam do’anya.
Tak lama, dia
membuka matanya lalu tersenyum
“ayo kita tiup
lilinnya bersama”katanya , aku mengangguk.
Wussshhhh..Lilin
mati.. dai langsung menyalakan lampu ruangan..
Kami melewati
malam ini dengan penuh kebahaiaan. Beginilah yang kami lakukan selama
bertahun-tahun, merayakan ulang tahun bersama dan tidak ada satupun yang pernah
melupakannya.
14
february 2010
Hari ini Hyukjae
mengajakku ke Lotte World. Kami ingin menghabiskan hari Valentine ini bersama.
Tapi sampai hari ini, aku dan Hyukjae belum juga menjadi sepasang kekasih. Aku
akui, aku begitu mencintainya. Aku tidak pernah berhubungan dengan namja manapun
selama ini karena di hatiku hanya ada dia, Lee Hyuk Jae. Tapi aku tidak tahu
bagaimana perasaannya padaku. Mungkin ia hanya menganggapku sahabat dan
dongsaengnya. Aku pun tidak terlalu banyak berharap padanya, karena seperti ini
pun aku sudah sangat bahagia karena bisa bersamanya.
Setelah puas
bermain di Lotte World, Hyukjae mengajakku ke Han River ..Sekarang sudah pukul
03.00pm.. entah dia memanggilku kesini untuk apa. Aku duduk di pinggiran sungai
han, dan dia duduk di sampingku..
“Ae In-ah”
“Wae??”, kataku
tanpa melihat ke arahnya. Aku terus memperhatikan air sungai yang begitu indah
ini. Tapi aku tau, kalau dia terus memperhatikanku sejak tadi.’ck, ada apa
dengan namja ini? ‘batinku.
“aku.. ada yang
ingin kukatakan padamu”, katanya tanpa melihat ke arah lain, ia masih terus
menatapku. Aku pun berbalik menatapnya.
“ada apa?”,
tanyaku
Dia mearih kedua
tanganku dan menggenggamnya erat.. DEG..DEG.. jantungku berdetak tidak karuan,
‘ada apa dengan anak ini?’ batinku lagi.
“Ae In-ah,
saranghaeyo”, katanya mantap dengan menatap manik mataku dalam, sangat dalam..
aku mencoba mencari kebohongan di matanya tapi yang kutemukan hanyalah
kejujuran dan ketulusan.
Aku masih tidak
berbicara, mulutku seolah terkunci. Tidak mampu mengatakan sepatah katapun. Aku
terkejut, ani ..sangat terkejut dan pastinya juga sangat bahagia.. ternyata dia
memiliki perasaan yang sama padaku.
“mianhae..aku
tidak mengatakannya sejak dulu, aku tidak pernah punya keberanian untuk
mengungkapkannya”, mataku mulai berkaca-kaca..
“aku takut..aku
takut kalau kau tidak mencintaiku, aku takut kalau ternyata kau tidak memiliki
perasaan yang sama denganku”, lanjutnya.. aku menggeleng.. ingin skali aku
megatakan kalau aku juga mencintainya dari dulu.. tapi mulut ini masih terkunci
“tapi, sekarang
aku sudah tidak bisa menahannya lagi, semakin hari aku semakin mencintaimu, dan
aku sudah tidak bisa menyimpannya lagi. Meskipun kau tidak mencintaiku, aku
akan tetap mencintaimu. Dan perasaan ini tidak akan pernah berubah..mianahe,
aku sudah lancang.. gwaenchana.. aku tidak memaksamu untuk membalas cintaku”,
dan kali ini kristal-kristal bening itu tak dapat kubendung lagi.. air mata
kebahagiaan itu keluar membasahi pipiku..aku meggeleng keras.. dan mencoba
untuk bicara..
“nado..nado
saranghaeyo Hyukjae oppa”, hanya kata-kata ini yang bisa ku ucapkan, dan untuk
pertama kalinya aku memanggilnya oppa. Dia terlihat terkejut dan bahagia..
“jinjjayo?”,
tanyanya tidak percaya
Aku mengangguk dan
masih menangis..dia menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.
“aku berjanji, aku
akan selalu menjagamu”..aku hanya mengangguk..
“uljima..apa
caraku mengatakan cinta begitu romantis sampai-sampai kau terharu begini?”,
katanya sambil tersenyum. Aku tetap menangis, entah kenapa..mungkin aku sangat
bahagia ..XD
Kedua tangannya
masih memegang pipiku.. dia lalu mendekatkan wajahnya..semakin dekat.. aku
menutup mataku..dan..
CHUP
Aku merasakan
sesuatu menempel di bibirku, dia menciumku dengan penuh rasa cinta..dia
menciumku lama...sangat lama.. ia lalu melepaskan bibirnya dan mencium keningku
lalu tersenyum.
“Kajja”, katanya
menuntunku berdiri dan menarik tanganku mengikutinya.
Kami
berjalan-jalan di sekitar Han River, aku terus memeluk lengannya, seolah-olah
aku begitu takut kehilangannya. Perasaanku pun mulai tak karuan. Meskipun saat
ini aku bahagia, tapi aku merasa ada sesuatu yang mengganggu hatiku. Tapi aku
tidak tahu apa itu.
“kau kenapa?"
tanyanya melihat wajahku yang sedikit takut
“hmm..gwaenchana”,
kataku mencoba tersenyum.
“oh..geurae”, dia
lalu membalas senyumku.
Kami tiba di jalan
raya, aku melihat sebuah toko bunga di seberang jalan, wahh, ada bunga tulip
juga..bunga kesukaanku.. dia melihat ke arahku. Lalu mengikuti arah mataku..
“tunggu disini
sebentar”, katanya.
“kau mau kemana?”,
tanyaku bingung, tapi aku belum juga melepaskan lengannya.
“Aku mau
membelikan bunga untuk kekasihku”, katanya tersenyum
“kalau begitu aku
ikut”. Kataku, aku tidak ingin melepaskan tangannya seola-olah ini terkhir kali
aku akan memeluk lengannya seperti ini.
“andwae, kau disni
saja, ne?” katanya mencoba meyakinkanku.
“hmm,,baiklah”,
aku mencoba menghilangkan fikiran buruk di kepalaku.
Keadaan jalan ini
lumayan sepi.. hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewat.
Dia lalu berjalan
ke toko yang ada di seberang jalan itu. Tak lama kemudian dia sudah keluar
ddengan membawa bunga tulip di tangannya. dia melambaikan tangannya padaku, dia
tersenyum lalu membentuk lambang hati di atas kepalanya, kemudian berjalan ke
arahku.. aku juga tesenyum ,..lalu aku juga membetuk hati di atas kepalaku.
Tapi mengapa aku semakin merasa hatiku tak tenang??
Lalu aku
mengarahkan pandanganku ke jalanan, ada sebuah mobil yang lajunya sangat
kencang..dan sepertinya Hyukjae tidak menyadarinya..
“HYUKJAE-ah,,AWAAASSSS!!!”,
teriakku..
BUG..BUG..BUG
Aku melihat tubuh
Hyukjae tertabrak mobil itu dan terlempar jauh kedepan,
Air mataku menetes
dengan deras, aku langsung berlari ke arahnya..aku melihatnya begitu
menyedihkan, kepalanya berdarah, hidung, mulut dan telinganya juga mengeluarkan
cairan merah yang kental itu..Kakiku langsung melemas, seperti mati rasa.. aku
tidak bisa bergerak dan terduduk..
Aku langsung
memangku kepalanya dan memeluknya..
“Hyukjae-ah...hiks.hiks,,aku
mohon bertahanlah,,hiks.hiks”, kataku masih memeluknya.
tapi senyum itu
masih terukir di wajahnya.
“Ae
in-ah...mm..mmii..an..hae sse..per.tinya a..ku ti..dak bbisa mmene..pati
janjiku uu..nntuk menjagamu..”, katanya terbata-bata..
“Hyukkie-ah,
jangan bicara dulu..hiks..hiiks..aku mohon jangan berkata seperti itu, kau
tidak akan kemana-mana, kau harus menepati janjimu itu..hiks”tangisku semakin
menjadi-jadi
“ul..jima..a..ku
tidak ingin kkau mmenangiss, hiduplah dengan baik untukku”, katanya lalu
menghapus air mataku dengan sisa tenaganya..
“saranghaeyo”..katanya
tersenyum lalu memberikan bunga yang masih digenggamnya sejak tadi..
“nado saranghaeyo
Hyukkie-ah, aku mohon jangan tinggalkan aku..hiks”
Dia hanya
tersenyum, tangannya yang ada di pipiku terjatuh lemas.. dia juga mulai menutup
matanya dan mengembuskan nafasnya yang terakhir..
“HYUKJAE-ah..IREONNAAA...JEBAL
IREONA HYUKKIE-ah..kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini..”
Aku menangis dan
berteriak, tidak peduli dengan orang-orang yang sudah mengerumuniku saat ini..
perasaanku hancur, rasanya aku juga ingin mati saat ini juga..
Flashback End
14
February 2012
Saat ini aku
berdiri di pinggir Han River. Tempat dimana dia mengatakan dia mencintaiku 2
tahun yang lalu. Tempat dimana aku merasakan kebahagiaan yang sangat besar, dan
ternyata itu adalah kebahagiaan terakhirku. 2 tahun sudah berlalu, tapi aku
belum juga bisa merelakan kepergiannya..
`` Hyukjae-ah,
ternyata pernyataan cintamu saat itu adalah salam perpisahan darimu. Hadiah
terindah yang terakhir yang kau berikan untukku.. ternyata senyuman dan lambang
cinta yang kau berikan untukku saat itu adalah senyuman terakhir yang kau
berikan padaku..
Hyukjae-ah, mianhae..karena sampai saat ini aku belum
merelakan kepergianmu, mianhae karena aku tidak memenuhi permintaanmu untuk
hidup dengan baik, karena aku tidak bisa hidup dengan baik tanpa kau di
sisiku..aku berjanji, mulai hari ini, aku akan bangkit dan membuka lembaran
hidupku yang baru. Karena aku tahu, kalau kau melihatku dari surga sana..
Hyukjae-ah, gomawo.. karena selama hidupmu kau memberikan
segalanya untukku. Gomawo karena Selama hidupmu kau hanya memperdulikan
kebahagiaanku. Dan gomawo karena kau sudah mencintaiku..
Tapi percayalah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah
melupakanmu, aku tidak akan pernah melupakan semua yang sudah kita lalui
bersama, dan aku tidak akan pernah melupakan cintamu yang begitu tulus padaku.
Kau selamanya tidak akan pernah tergantikan di hatiku, karena aku tahu kalau
kau sangat mencintaiku..aku tahu kalau cintamu begitu besar kepadaku..
Dan aku tidak akan pernah melupakan cintamu..
Hyukjae-ah, gomawo karena sudah mencintaiku..
Hyukjae-ah, bogoshipeoyo..jongmal bogoshipeoyo..
Hyukjae-ah...Saranghaeyo..yeongwonhi Saranghaeyo..``
Aku berdiri lalu
membuka sebuah kotak berisi bunga tulip pemberian Hyukjae yang kupegang sejak
tadi. Aku menatap bunga yang sudah kering
itu sambil tersenyum, kemudian melemparkannya ke dalam air. Sudah
kuputuskan untuk mwngubur semua dukaku di tempat ini. Kutatap permukaan Sunga
Han yang begitu tenang, air mataku kembali menetes. Terlihat samar-samar
bayangan Hyukjae dari kejauhan, ia tersenyum lalu melambaikan tangannya, aku
membalas senyumya. Aku beranjak meninggalkan tempat yang penuh kanangan itu.
Perlahan bayangan itupun sirna.
`Selamat tinggal sungai Han, selamat tinggal luka-ku,
selamat tinggal cintaku..`
E.N.D
HyukIn <3

Tidak ada komentar :
Posting Komentar