Annyeonghaseoyo.... terima kasih telah berkunjung ke blog kami ^^

Annyeonghaseoyo.... terima kasih telah berkunjung ke blog kami ^^
SM Family

Rabu, 19 Juni 2013

FF Oneshoot - Sad Valentine

Author        : Lee Ae In <3
Title            : Sad Valentine
Cast             : -Lee Ae In a.k.a Author a.k.a Readers
       -Lee Hyuk Jae
Genre          : Sad Romance (a Little bit), Humor ( not Sure) J
Length        : Oneshoot
Rating        :Teeneger
Note    : hmmm..ini FF pertama HyukIn, jadi author nggak berani jamin kualitasnya,,hehe FF ini MURNI a.k.a REAL hasil pemikiran Author. So DON’T COPAS or PLAGIARISM..hehe.. mian kalo feelnya gak dapet n TYPO bertebaran.. DON’T BE SILENT READERS, jebal kritik dan juga masukannya..ook ok ok??

HAPPY READINGG <3 

14 Februari 2012

Bagi sebagian orang, mungkin hari ini merupakan hari yang sangat special. Hari yang begitu dinanti-nantikan oleh sepasang kekasih untuk mengungkapkan dan membuktikan cinta mereka. Hari dimana para couple menyalurkan seluruh kasih sayang mereka melebihi hari-hari biasanya.
Hari dimana biasanya sang yeoja memberikan coklat khusus untuk namjachingunya, dan hari dimana namja memberikan mawar pada yeojachingunya.. hari yang begitu membagahiakan..namun, hal ini tidak berlaku untukku.
Bagiku, hari ini adalah hari yang paling menyakitkan. Hari dimana aku kehilagan seseorang yang sangat aku cintai. Kehilangan seorang namja yang begitu berarti di dalam hidupku. Hari dimana aku kehilangan separuh dari jiwaku untuk selamanya. Hari dimana ia meninggalkanku sendiri di dunia ini.

Flashback

10 Maret 2009

“YAKK..ireonnaaa...aish jinjja,,,bagaimana bisa ada yeoja sangat malas sepertimu, eoh?” suara yang memekakkan telinga itu setiap pagi mengganggu tidurku. Aish apa maunya namja ini?
“hmmmhhh...aku masih mengantuk Hyukkie-ah, beri aku waktu menit lagi..aku akan bangun,,ne??” kataku pada namja yang bernama Lee Hyuk Jae itu tanpa membuka mataku dan melanjutkan tidurku..
“mwo?? 5 menit?? Yakk..kau fikir ini jam berapa?? Ini sudah jam 9 pagi Lee Ae In..palli ireonnaa..bukankah kau ingin mencari pekerjaan hari ini?”katanya masih sedikit berteriak.
“aishhh..kau ini,, bisa tidak kau tidak mengganggu tidurku sekali saja?” kataku dengan suara yang masih serak tapi belum juga membuka mataku, aku bahkan merapatkan selimutku.
“cepat bangun, atau aku.... akan menciummu?”, aku langsung membelalakkan mataku dan langsung bangkit dari tempat tidurku..
“coba saja kalu berani, memangnya kau fikir aku takut dengan ancaman bodohmu itu?” kataku sedikit gugup.
“benarkah? Siapa bilang aku tidak berani melakukannya?emm?”katanya disertai senyum evil yang entah dia curi darimana. Wajahnya semakin dekat dengan wajahku.. bahkan aku bisa merasakan nafasnya menerpa wajahku.
“yyy..aaakk..aa..pa yang kk..au lakukan?” kataku terbata-bata. Iya tersenyum lagi lalu membisikkan sesuatu di telingaku.
“cepat mandi, atau aku benar-benar akan menciummu nona Lee Ae In”bisiknya..
*pletakk*
“awhh..appo..yakk”sebuah jitakan mendarat mulus di kepalanya. Berani-beraninya dia mempermainkanku seperti ini..aku langsung kabur ke kamar mandi sebelum dia membalas jitakanku,,haha..rasakan itu Lee Hyuk Jae,,dasar monyet jelek.
Lee Hyuk Jae adalah sahabatku sejak kecil. kami berasal dari panti asuhan yang sama. Ya, aku dan Hukkie adalah yatim piatu, kami sama sekali tidak tahu asal usul keluarga kami, aku masuk ke panti saat aku berumur 12 tahun, sedangkan Hyukkie yang lebih dulu masuk ke panti ketika ia masih bayi. Aku bisa sedekat ini dengannya karena dia adalah orang yang pertama menerimaku disana. Kami sudah bersahabat sejak itu, hmm..sudah cukup lama. 10 tahun, ya..sudah 10 tahun aku bersamanya. Sekarang umurku sudah 22 tahun dan Hyukkie 24 tahun.. Kami keluar dari panti sejak aku dan hyukkie duduk di bangku SMA. Saat ini kami tinggal di sebuah apartement kecil yang dibeli dari hasil tabunganku dan Hyukkie selama ini. Meskipun kami tinggal serumah, tapi kami tidak prnah melakukan apapun. Kami tahu batas-batasnya. Lagipula kami bukanlah sepasang kekasih, melainkan sahabat dan juga saudara. Aku bahkan tidak pernah memanggilnya oppa, karna itu terdengar aneh untukku..hehe
Aku sudah selesai mandi tapi dia masih ada di kamarku dan berbaring dengan santainya di tempat tidurku
“yakk..kenapa kau masih disini?” tanyaku dingin
“ck,,kau ini, ya sudah aku keluar, jangan terlalu lama, ini sudah hampir siang”.katanya lalu keluar dari kamarku..
.......
Hari ini Hyukjae menemaniku mencari pekerjaan, dia bahkan mengambil cuti 1 hari dari perusahaan tempatnya bekerja. Hyukjae bekerja di sebuah perusahaan swasta bernama Hyundai Corporation, perusahaan keluarga Choi, yang kebetulan presdir disana, Choi Si Won adalah teman baik Hyukjae..
Dia mengantaku berkeliling kota Seoul dengan motor miliknya.
Akhirnya setelah berkeliling mencari lowongan, aku menemukan sebuah perusahaan swasta yang cukup besar yang membuka lowongan kerja, aku diwawancarai dan diterima pada hari itu juga..hmmm..lucky day.. 

3 April 2009

Besok ini adalah hari ulang tahun Hyukkie, dan juga ulang tahunku.. ulang tahun kami sama,, aku sudah mempersiapkan sesuatu untuknya. Hari ini aku tidak bekerja karena kebetulan hari ini adalah hari sabtu. Sebenarnya Hyukjae juga tidak bekerja, tapi karena ada pekerjaannya yang belum selesai makanya ia harus lembur hari ini..mungkin dia akan pulang jam 12.00 malam nanti.
Aku mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuknya.. dan aku juga membuatkan cake kesukaanya.. cake strawberry.
“Sekarang sudah hampir jam 12.00 malam, tapi kenapa dia belum datang juga?” batinku.
Ting ting..
Alarm pintu berbunyi, berarti dia sudah pulang. Aku langsung siap-siap di tengah ruang tamu, berdiri dengan cake di tanganku..tapi aku belum menyalakan lilinnya.
“eoh??kenapa gelap sekali?? Apa mati lampu? Atau dia tidak ada di rumah?” katanya heran melihat rumah begitu gelap..yapp..aku mematikan seluruh lampu di rumah ini..
Aku menyalakan lilin kue, dan..
“saengil chukkha hamnida,,saengil chukkha hamnida,,saranghaneun Lee Hyuk Jae.. saengil chukkha hamnida” aku menyanyikan lau ulang tahun untuknya..
Dia berjalan menuju ke arahku di ruang tengah.. wajahnya begitu terkejut dan juga bahagia.. dia tersenyum memamerkan gummy smilenya.
“Ae In-ah..gomawo..hmm..neodo..saengil chukkhaeyo..”katanya..
“ne..gomawo Hyukkie, jja, make a wish lalu tiup lilinnya”
“kita tiup lilin bersama, ok?”
“hmm..ne”
Kami memejamkan mata dan berdo’a
Tuhan, terima kasih sudah membuatnya hadir dalam hidupku, membuat hidupku berwarna dan penuh kebahagiaan.. Tuhan, aku mohon, izinkan dia tetap berada di sisiku sampai maut memisahkan..aminn”
Aku membuka mataku, tapi dia belum juga membuka matanya. Dia masih khusyuk dalam do’anya.
Tak lama, dia membuka matanya lalu tersenyum
“ayo kita tiup lilinnya bersama”katanya , aku mengangguk.
Wussshhhh..Lilin mati.. dai langsung menyalakan lampu ruangan..
Kami melewati malam ini dengan penuh kebahaiaan. Beginilah yang kami lakukan selama bertahun-tahun, merayakan ulang tahun bersama dan tidak ada satupun yang pernah melupakannya.

14 february 2010

Hari ini Hyukjae mengajakku ke Lotte World. Kami ingin menghabiskan hari Valentine ini bersama. Tapi sampai hari ini, aku dan Hyukjae belum juga menjadi sepasang kekasih. Aku akui, aku begitu mencintainya. Aku tidak pernah berhubungan dengan namja manapun selama ini karena di hatiku hanya ada dia, Lee Hyuk Jae. Tapi aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku. Mungkin ia hanya menganggapku sahabat dan dongsaengnya. Aku pun tidak terlalu banyak berharap padanya, karena seperti ini pun aku sudah sangat bahagia karena bisa bersamanya.
Setelah puas bermain di Lotte World, Hyukjae mengajakku ke Han River ..Sekarang sudah pukul 03.00pm.. entah dia memanggilku kesini untuk apa. Aku duduk di pinggiran sungai han, dan dia duduk di sampingku..
“Ae In-ah”
“Wae??”, kataku tanpa melihat ke arahnya. Aku terus memperhatikan air sungai yang begitu indah ini. Tapi aku tau, kalau dia terus memperhatikanku sejak tadi.’ck, ada apa dengan namja ini? ‘batinku.
“aku.. ada yang ingin kukatakan padamu”, katanya tanpa melihat ke arah lain, ia masih terus menatapku. Aku pun berbalik menatapnya.
“ada apa?”, tanyaku
Dia mearih kedua tanganku dan menggenggamnya erat.. DEG..DEG.. jantungku berdetak tidak karuan, ‘ada apa dengan anak ini?’ batinku lagi.
“Ae In-ah, saranghaeyo”, katanya mantap dengan menatap manik mataku dalam, sangat dalam.. aku mencoba mencari kebohongan di matanya tapi yang kutemukan hanyalah kejujuran dan ketulusan.
Aku masih tidak berbicara, mulutku seolah terkunci. Tidak mampu mengatakan sepatah katapun. Aku terkejut, ani ..sangat terkejut dan pastinya juga sangat bahagia.. ternyata dia memiliki perasaan yang sama padaku.
“mianhae..aku tidak mengatakannya sejak dulu, aku tidak pernah punya keberanian untuk mengungkapkannya”, mataku mulai berkaca-kaca..
“aku takut..aku takut kalau kau tidak mencintaiku, aku takut kalau ternyata kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku”, lanjutnya.. aku menggeleng.. ingin skali aku megatakan kalau aku juga mencintainya dari dulu.. tapi mulut ini masih terkunci
“tapi, sekarang aku sudah tidak bisa menahannya lagi, semakin hari aku semakin mencintaimu, dan aku sudah tidak bisa menyimpannya lagi. Meskipun kau tidak mencintaiku, aku akan tetap mencintaimu. Dan perasaan ini tidak akan pernah berubah..mianahe, aku sudah lancang.. gwaenchana.. aku tidak memaksamu untuk membalas cintaku”, dan kali ini kristal-kristal bening itu tak dapat kubendung lagi.. air mata kebahagiaan itu keluar membasahi pipiku..aku meggeleng keras.. dan mencoba untuk bicara..
“nado..nado saranghaeyo Hyukjae oppa”, hanya kata-kata ini yang bisa ku ucapkan, dan untuk pertama kalinya aku memanggilnya oppa. Dia terlihat terkejut dan bahagia..
“jinjjayo?”, tanyanya tidak percaya
Aku mengangguk dan masih menangis..dia menghapus air mataku dengan kedua ibu jarinya.
“aku berjanji, aku akan selalu menjagamu”..aku hanya mengangguk..
“uljima..apa caraku mengatakan cinta begitu romantis sampai-sampai kau terharu begini?”, katanya sambil tersenyum. Aku tetap menangis, entah kenapa..mungkin aku sangat bahagia ..XD
Kedua tangannya masih memegang pipiku.. dia lalu mendekatkan wajahnya..semakin dekat.. aku menutup mataku..dan..
CHUP
Aku merasakan sesuatu menempel di bibirku, dia menciumku dengan penuh rasa cinta..dia menciumku lama...sangat lama.. ia lalu melepaskan bibirnya dan mencium keningku lalu tersenyum.
“Kajja”, katanya menuntunku berdiri dan menarik tanganku mengikutinya.
Kami berjalan-jalan di sekitar Han River, aku terus memeluk lengannya, seolah-olah aku begitu takut kehilangannya. Perasaanku pun mulai tak karuan. Meskipun saat ini aku bahagia, tapi aku merasa ada sesuatu yang mengganggu hatiku. Tapi aku tidak tahu apa itu.
“kau kenapa?" tanyanya melihat wajahku yang sedikit takut
“hmm..gwaenchana”, kataku mencoba tersenyum.
“oh..geurae”, dia lalu membalas senyumku.
Kami tiba di jalan raya, aku melihat sebuah toko bunga di seberang jalan, wahh, ada bunga tulip juga..bunga kesukaanku.. dia melihat ke arahku. Lalu mengikuti arah mataku..
“tunggu disini sebentar”, katanya.
“kau mau kemana?”, tanyaku bingung, tapi aku belum juga melepaskan lengannya.
“Aku mau membelikan bunga untuk kekasihku”, katanya tersenyum
“kalau begitu aku ikut”. Kataku, aku tidak ingin melepaskan tangannya seola-olah ini terkhir kali aku akan memeluk lengannya seperti ini.
“andwae, kau disni saja, ne?” katanya mencoba meyakinkanku.
“hmm,,baiklah”, aku mencoba menghilangkan fikiran buruk di kepalaku.
Keadaan jalan ini lumayan sepi.. hanya ada beberapa kendaraan saja yang lewat.
Dia lalu berjalan ke toko yang ada di seberang jalan itu. Tak lama kemudian dia sudah keluar ddengan membawa bunga tulip di tangannya. dia melambaikan tangannya padaku, dia tersenyum lalu membentuk lambang hati di atas kepalanya, kemudian berjalan ke arahku.. aku juga tesenyum ,..lalu aku juga membetuk hati di atas kepalaku. Tapi mengapa aku semakin merasa hatiku tak tenang??
Lalu aku mengarahkan pandanganku ke jalanan, ada sebuah mobil yang lajunya sangat kencang..dan sepertinya Hyukjae tidak menyadarinya..
“HYUKJAE-ah,,AWAAASSSS!!!”, teriakku..
BUG..BUG..BUG
Aku melihat tubuh Hyukjae tertabrak mobil itu dan terlempar jauh kedepan,
Air mataku menetes dengan deras, aku langsung berlari ke arahnya..aku melihatnya begitu menyedihkan, kepalanya berdarah, hidung, mulut dan telinganya juga mengeluarkan cairan merah yang kental itu..Kakiku langsung melemas, seperti mati rasa.. aku tidak bisa bergerak dan terduduk..
Aku langsung memangku kepalanya dan memeluknya..
“Hyukjae-ah...hiks.hiks,,aku mohon bertahanlah,,hiks.hiks”, kataku masih memeluknya.
tapi senyum itu masih terukir di wajahnya.
“Ae in-ah...mm..mmii..an..hae sse..per.tinya a..ku ti..dak bbisa mmene..pati janjiku uu..nntuk menjagamu..”, katanya terbata-bata..
“Hyukkie-ah, jangan bicara dulu..hiks..hiiks..aku mohon jangan berkata seperti itu, kau tidak akan kemana-mana, kau harus menepati janjimu itu..hiks”tangisku semakin menjadi-jadi
“ul..jima..a..ku tidak ingin kkau mmenangiss, hiduplah dengan baik untukku”, katanya lalu menghapus air mataku dengan sisa tenaganya..
“saranghaeyo”..katanya tersenyum lalu memberikan bunga yang masih digenggamnya sejak tadi..
“nado saranghaeyo Hyukkie-ah, aku mohon jangan tinggalkan aku..hiks”
Dia hanya tersenyum, tangannya yang ada di pipiku terjatuh lemas.. dia juga mulai menutup matanya dan mengembuskan nafasnya yang terakhir..
“HYUKJAE-ah..IREONNAAA...JEBAL IREONA HYUKKIE-ah..kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini..”
Aku menangis dan berteriak, tidak peduli dengan orang-orang yang sudah mengerumuniku saat ini.. perasaanku hancur, rasanya aku juga ingin mati saat ini juga..

Flashback End

14 February 2012

Saat ini aku berdiri di pinggir Han River. Tempat dimana dia mengatakan dia mencintaiku 2 tahun yang lalu. Tempat dimana aku merasakan kebahagiaan yang sangat besar, dan ternyata itu adalah kebahagiaan terakhirku. 2 tahun sudah berlalu, tapi aku belum juga bisa merelakan kepergiannya..

``  Hyukjae-ah, ternyata pernyataan cintamu saat itu adalah salam perpisahan darimu. Hadiah terindah yang terakhir yang kau berikan untukku.. ternyata senyuman dan lambang cinta yang kau berikan untukku saat itu adalah senyuman terakhir yang kau berikan padaku..
Hyukjae-ah, mianhae..karena sampai saat ini aku belum merelakan kepergianmu, mianhae karena aku tidak memenuhi permintaanmu untuk hidup dengan baik, karena aku tidak bisa hidup dengan baik tanpa kau di sisiku..aku berjanji, mulai hari ini, aku akan bangkit dan membuka lembaran hidupku yang baru. Karena aku tahu, kalau kau melihatku dari surga sana..
Hyukjae-ah, gomawo.. karena selama hidupmu kau memberikan segalanya untukku. Gomawo karena Selama hidupmu kau hanya memperdulikan kebahagiaanku. Dan gomawo karena kau sudah mencintaiku..
Tapi percayalah, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakanmu, aku tidak akan pernah melupakan semua yang sudah kita lalui bersama, dan aku tidak akan pernah melupakan cintamu yang begitu tulus padaku. Kau selamanya tidak akan pernah tergantikan di hatiku, karena aku tahu kalau kau sangat mencintaiku..aku tahu kalau cintamu begitu besar kepadaku..
Dan aku tidak akan pernah melupakan cintamu..
Hyukjae-ah, gomawo karena sudah mencintaiku..
Hyukjae-ah, bogoshipeoyo..jongmal bogoshipeoyo..
Hyukjae-ah...Saranghaeyo..yeongwonhi Saranghaeyo..``

Aku berdiri lalu membuka sebuah kotak berisi bunga tulip pemberian Hyukjae yang kupegang sejak tadi. Aku menatap bunga yang sudah kering  itu sambil tersenyum, kemudian melemparkannya ke dalam air. Sudah kuputuskan untuk mwngubur semua dukaku di tempat ini. Kutatap permukaan Sunga Han yang begitu tenang, air mataku kembali menetes. Terlihat samar-samar bayangan Hyukjae dari kejauhan, ia tersenyum lalu melambaikan tangannya, aku membalas senyumya. Aku beranjak meninggalkan tempat yang penuh kanangan itu. Perlahan bayangan itupun sirna.
`Selamat tinggal sungai Han, selamat tinggal luka-ku, selamat tinggal cintaku..`

E.N.D


HyukIn <3

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Sumber : http://yaqindlive.blogspot.com/2012/06/mengganti-tulisan-older-post-postingan.html#ixzz2WlKcPDGf